Cerita

Pedagang Asongan 

Pedagang asongan mempunyai arti seorang pedagang yang membawa dagangan mereka dengan cara di “asong” yaitu di selalu dibawa-bawa dan diangkat untuk di tawarkan kepada para pembeli.
Pedagang asongan biasanya menjual berbagai jenis rokok, minuman gelas, tisu dan permen. Biasanya tidak begitu banyak jumlah yang dibawa pedagang asongan untuk dijual, karena pedangan asongan ini bersifat berjalan menjajakkan dagangannya dengan mendatangi para pembeli dan menawarkan barang-barangnya langsung kepada bara pembeli. Pedagang ini dapat dijumpai di setiap badan jalan trotoar, di dalam bus, stasiun dan ditempat-tempat keramaian.
Dalam cerita ini penulis langsung melakukan observasi, mewawancari dari salah satu pedangan asongan yang ada di daerah Depok, Beliau adalah Bapak Obay. Beliau berusia 35 tahun dan tinggal di daerah Cimanggis, Depok. Di sana Bapak Obay tinggal dikontrakan bersama teman-temannya seprofesinya, istri dan anak-anaknya tinggal di kampung bersama kedua orang tua Bapak Obay. Beliau menikah sekitar 11 tahun yang lalu dan sekarang telah memiliki dua orang putri. Yang pertama duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 5 dan yang kedua berusia 4 tahun. Istri beliau hanyalah seorang ibu rumah tangga, sehingga untuk kehidupan mereka di sana tergantung dari penghasilan yang dikirim dari Bapak Obay.
Bapak Obay hanya mengenyam pendidikan terakhir sampai tamat Sekolah Dasar (SD) saja itu disebabkan faktor ekonomi keluarga Beliau yang begitu sulit pada saat itu, karena keuangan mereka hanya cukup untuk makan keluarga saja.
Bapak Obay merupakan salah satu potret realita kehidupan ekonomi di zaman sekarang yang semakin sulit untuk mencari pekerjaan dan kesempatan yang hampir tidak ada. Karena dewasa ini dengan semakin berkembang ilmu pengetahuan dan teknologi mengharuskan seseorang untuk memilki keterampilan khusus untuk memperoleh pekerjaan pada saat ini. Terlebih lagi peluang yang kurang bagi tamatan Sekolah Dasar untuk mencari pekerjaan yang baik untuk kehidupan sehingga mengharuskan berfikir bagaimana mempertahankan hidup.
Beliau adalah seorang kepala keluarga yang memiliki jiwa bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya, banyak pekerjaan yang telah beliau lakukan diantaranya sebelumnya beliau sempat menjadi security di sebuah toko bangunan, itupun atas bantuan saudaranya yang telah bekerja disana. Namun tidak berlangsung lama, dikarenakan pada waktu itu toko bangunan tersebut sedang berada dalam krisis keuangan maka ada beberapa pegawai yang terpaksa dikeluarkan. Kemudian beliau juga sempat berjualan bakso milik kakak iparnya dan itupun hanya berlangsung satu setengah tahun.
Dan sekarang Bapak Obay melakukan pekerjaan sebagai pedagang asongan dengan bermodalkan awal lima ratus ribu rupiah bapak obay memulai pekerjaan sebagai pedagang kecil hanya berjualan asongan seperti inilah menurutnya yang bisa ia lakukan sekarang. Beliau memilih pekerjaan ini karena menurutnya di zaman sekarang yang serba sulit untuk mendapatkan pekarjaan dan keterampilan beliau juga kurang terlatih. Untuk melamar pekerjaan yang lain pun sulit karena keterbatasan pendidikan yang kurang.
Bapak Obay biasa menjajakan barang jualannya di lampu merah Pal Depok, barang dagangan yang ia bawa hanyalah berbagai jenis rokok, korek api, tisu dan permen tidak begitu banyak jumlah barang dagangannya yang dibawa bapak obay untuk dijual. Selain berjualan di lampu merah sesekali beliau juga berjualan di pasar dan depan toko-toko.
Pak obay memulai usahanya dengan bermodalkan lima ratus ribu rupiah, modal tersebut ia dapat dari hasil tabungannya. Dengan jumlah modal tersebut cukup untuk membeli  beberapa bungkus rokok aneka merk, tisu, permen, korek api.
Dari hasil jualan yang ia lakukan sepanjang hari dari pagi hingga malam hanya mendapatkan penghasilan sekitar lima belas ribu rupiah sampai dengan  dua puluh lima ribu rupiah. Sedangkan ketika ramai pembeli beliau bias mendapatkan penghasilan sekitar delapan puluh ribu rupiah sampai dengan sembilan puluh ribu rupiah.
Dalam menjajakan dagangannya tidak sedikit kendala yang di hadapi oleh bapak obay seperti semakin banyaknya competitor (saingan) yang menawarkan barang dagangan yang sejenis dengan yang bapak obay jual, selain itu faktor cuaca juga sanagat mempengaruhi pendapatan bapak obay, karena biasanya pendapatan bapak obay pada musim penghujan tidak terlalu besar dibandingkan dengan musim panas. Belum lagi dengan terbatasnya modal yang bapak obay punya  untuk mewujudkan mimpinya memiliki warung rokok yang menetap, sehingga ia tidak harus lagi menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan.
Beliau sungguh mensyukuri apa yang ia dapatkan sekarang ini. Karena menurutnya ia dapat menafkahi anak dan istrinya dengan usaha yang halal,walaupun hanya pas-pasan.
Beliau berharap anaka-anaknya tidak mengikuti profesi seperti bapak obay yang jalan ini sekarang. Beliau sangat mengharapkan anak-anaknya dapat mengeyam pendidikan sekolah lebih tinggi darinya minimal sampai lulus sekolah menengah atas (SMA) agar dapat mencari pekerjaan lebih baik lagi untuk hidup lebih layak.
            Selain itu memiliki keinginan untuk mempunyai warung rokok yang menetap, sehingga ia tidak harus lagi menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan.


Tidak ada komentar: